Jumat, 27 Maret 2009

'Hedge Fund' Asing Rusak Rencana CPRO

Samsul Maarif
INILAH.COM, Jakarta - Campur tangan hedge fund asing menyebabkan rencana PT PT Central Proteinaprima Tbk (CPRO) memperbaiki kondisi perusahaan terganggu.

CPRO segera mengajukan persetujuan pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) ke Bapepam-LK.

Menurut Corporate Comunication Director CPRO, Rizal Shahab, langkah perusahaan untuk memperbaiki kondisi keuangan serta produktifitas di tengah tekanan krisis keuangan global diyakini wajar. Termasuk CPRO, Rizal mengatakan harus bersusah payah mengembalikan performa kinerja perseroan yang dilakukan tanpa bantuan pihak luar.

"Campur tangan hedge fund asing yang dijembatani Lin Che Wei jelas menghambat proses penyehatan perusahaan. Dia itu hanya bela yang membayar, kalau begini sama saja jual bangsa ke orang lain," kata Rizal di Jakarta, Jumat (27/3).

Pada kesempatan itu, Rizal juga mengungkapkan penjaminan saham Red Dragon kepada beberapa hedge fund asing tidak ada kaitannya dengan rencana perusahaan untuk menerbitkan saham baru.

"Dia itu kan bukan pemegang saham dan tidak bisa dikaitkan dengan urusan perusahaan. Hedge fund itu hubungannya dengan Red Dragon," ujarnya.

Selanjutnya, Rizal menegaskan CPRO segera meminta persetujuan Bapepam-LK untuk menggelar RUPSLB dalam waktu dekat guna rencana penerbitan saham baru (rights issue) sebesar Rp 1,7 triliun. Hal ini ditekankan karena CPRO masih mengantongi izin rights issue yang didapatkan perusahaan beberapa waktu lalu.

CPRO bersikeras melakukan langkah korporasi tersebut dengan tujuan bisa mengurangi beban utang perusahaan di kemudian hari. Selain itu, rights issue juga diyakini bisa meningkatkan rating perusahaan tambak udang ini.

"Book keeping kita juga bisa naik dan yang lebih krusial kita bisa menyelamatkan karyawan kita," tutur pria yang mengaku dulunya sangat terkesan dengan Lin Che wei karena idealismenya yang tinggi. [cms]